3.1.a.8.1 Koneksi Antar Materi "Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran"
Koneksi Antar Materi
"Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran"
CGP-Leni Rahmaeni-SD N Gunungtelu 01-Kabupaten Cilacap-Angkatan 2
Pada saat
sekarang ini Pendidikan Guru Penggerak yang sedang kami jalani sudah berada
pada modul 3.1. Pada program guru penggerak ini, kami sebagai Calon Guru
Penggerak (CGP) belajar modul kepemimpinan salah satunya bagaimana mengambil
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Modul ini mempelajari bagaimana cara
kami nanti mengambil sebuah keputusan sebagai seorang pemimpin. Pada modul ini
kami sebagai CGP diminta untuk membuat koneksi antar materi dari semua materi
yang sudah di pelajari sampai saat ini.
Filosofi
Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri
handayani. Dalam filosofi tersebut seorang guru harus bisa
menempatkan diri baik di depan (memberi contoh), di tengah (membangun
semangat), maupun di belakang (memberikan dorongan). Seorang guru sejatinya
adalah orang yang pantas untuk digugu dan ditiru. Begitupun dalam hal
pengambilan keputusan, keputusan yang diambil seorang guru haruslah keputusan
yang tepat dan berdampak positif bagi semua pihak dan merupakan keputusan yang
bertanggung jawab. Terkadang keputusan sulit diambil ketika masalah yang
dihadapi merupakan dilema etika, dimana ada nilai kebenaran yang saling
berlawanan. Secara umum ada empat model atau paradigma dilema etika, yaitu:
1.
Individu lawan masyarakat (individual
vs community)
2.
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice
vs mercy)
3.
Kebenaran lawan kesetiaan (truth
vs loyalty)
4.
Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Individu
lawan masyarakat (individual vs community)
Dalam
paradigma ini ada pertentangan antara individu/kelompok kecil yang
berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini
juga menjadi bagiannya. Bisa juga konflik antara kepentingan pribadi melawan
kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan kelompok besar.
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Dalam
paradigma ini ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti
aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan
perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian
karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain.
Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
Kejujuran
dan kesetiaan seringkali menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi
dilema etika. Kadang kita perlu untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan
berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang lain. Apakah kita akan
jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai
kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat
sebelumnya.
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Paradigma
ini paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara
yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan
datang. Paradigma ini bisa terjadi di level personal dan permasalahan
sehari-hari, atau pada level yang lebih luas, misalnya pada issue-issue dunia
secara global, misalnya lingkungan hidup dll.
Setelah mengenali empat paradigma dilema etika di atas,
kita juga harus mengetahui prinsip-prinsip dalam mengambil keputusan, Yaitu:
1.
Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
2.
Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
3.
Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Prinsip yang diambil seseorang erat kaitannya dengan
nilai-nilai yang tertanam pada dirinya. Nilai-nilai yang tertanam akan
memengaruhi pola pikir dan sudut pandang seseorang dalam mengambil sebuah
keputusan. Namun sebagai seorang guru, kita harus melakukan langkah-langkah
pengambilan dan pengujian keputusan supaya apa yang kita ambil adalah keputusan
yang tepat, berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman,
dan nyaman. Sembilan langkah tersebut yaitu:
1.
Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
2.
Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3.
Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4.
Pengujian benar atau salah
1. Uji Legal
2. Uji Regulasi/Standar Profesional
3. Uji Intuisi
4. Uji Halaman Depan Koran
5. Uji Panutan/Idola
5.
Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
Dari
keempat paradigma berikut ini, paradigma mana yang terjadi di situasi ini?
Individu
lawan masyarakat (individual vs community)
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
6.
Melakukan Prinsip Resolusi
Dari
3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?
Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
7.
Investigasi Opsi Trilema
Mencari
opsi yang ada di antara 2 opsi. Apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi
ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir
sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan
masalah.
8.
Buat Keputusan
Akhirnya
kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang
membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya.
9.
Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
Ketika
keputusan sudah diambil. Lihat kembali proses pengambilan keputusan dan ambil
pelajarannya untuk dijadikan acuan bagi kasus-kasus selanjutnya.
Seorang guru
(pemimpin pembelajaran) harus bisa mengambil keputusan yang berpihak pada murid
dan memerdekakan murid. Jangan sampai keputusan yang kita ambil menggadaikan
hak murid. Sebuah keputusan seorang pemimpin pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap masa depan murid-muridnya. Karena keputusan yang diambil dan
dilaksanakan akan menentukan arah kemajuan murid-muridnya dan juga kenyamanan
suasana di kelas maupun di sekolah.
Pengambilan
keputusan merupakan suatu keterampilan, jadi kita bisa berlatih dalam mengambil
sebuah keputusan terutama yang berkaitan dengan masalah dilema etika. Cara
pandang, nilai-nilai diri, visi dan misi seorang guru juga berpengaruh dalam
hal pengambilan keputusan. Dan hal yang terpenting adalah setiap pengambil
keputusan harus bisa menerima segala risiko yang mungkin terjadi dan bertanggung
jawab.
Comments
Post a Comment