Bangga Menjadi Guru
Mengapa Bangga Menjadi Guru ? Ini Kisahku . . . Saya bukan siapa-siapa, orang tuaku dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah desa. Ayah saya seorang buruh jahit, dan ibuku terkadang berdagang di pasar menjual rempah-rempah hasil membelinya dari petani. Penghasilan kedua orangtuaku terkadang masih kurang untuk membiayai kami anak-anaknya untuk bersekolah. Tapi aku memiliki semangat untuk terus bersekolah. Saya mengabdikan diri menjadi guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri di desaku, aku diterima mengabdi meskipun sambil kuliah. Suatu hari aku diminta untuk membantu juga mengajar di TK Swasta di desaku hingga 2 tahun berjalan. Perjuangan seorang guru honorer mulai dari tidak di honor sampai honorku di tahun 2018 adalah Rp 400.000,-. Mungkin saya menyerah dengan honor yang saya dapatkan. Namun, ini bukan tentang nominal, tapi pengalaman yang luar biasa saya dapatkan dari pengabdian saya. Alhamdulillah aku mampu meny...