Bangga Menjadi Guru

 Mengapa Bangga Menjadi Guru ?



Ini Kisahku . . .

   Saya bukan siapa-siapa, orang tuaku dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah desa. Ayah saya seorang buruh jahit, dan ibuku terkadang berdagang di pasar menjual rempah-rempah hasil membelinya dari petani. Penghasilan kedua orangtuaku terkadang masih kurang untuk membiayai kami anak-anaknya untuk bersekolah. Tapi aku memiliki semangat untuk terus bersekolah.

        Saya mengabdikan diri menjadi guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri di desaku, aku diterima mengabdi meskipun sambil kuliah. Suatu hari aku diminta untuk membantu juga mengajar di TK Swasta di desaku hingga 2 tahun berjalan. Perjuangan seorang guru honorer mulai dari tidak di honor sampai honorku di tahun 2018 adalah Rp 400.000,-. Mungkin saya menyerah dengan honor yang saya dapatkan. Namun, ini bukan tentang nominal, tapi pengalaman yang luar biasa saya dapatkan dari pengabdian saya. Alhamdulillah aku mampu menyelesaikan kuliahku meskipun terlambat 1 semester karena kondisi ekonomi. Tahun 2018 formasi CPNS dibuka, ini kesempatan bagi saya. Saya berjuang, belajar, berdoa, dan tentu meminta doa restu kedua orangtua saya. Perjuangan saya tidak sia-sia aku "LOLOS CPNS", setelah mengabdi 10 tahun menjadi guru honorer. Terimakasih Tuhan, terimakasih kedua orangtuaku .... 

    Lembaran baru dimulai.......

    Kini saya di tempat baru, siap memulai semangat baru. Aku diberi kepercayaan untuk mengampu kelas 5 dan dan siswaku mengikuti berbagai jenis perlombaan. Benar apa yang dikatakan orang mengajar itu adalah panggilan jiwa, aku melatih dan membimbing siswa-siswaku dengan sepenuh hati tanpa berpikir harus juara, tapi berpikir untuk memberikan yang terbaik. Mindset itupun aku tanamkan kepada anak-anak selain itu juga, agar sungguh-sungguh dalam menjalankan segala, yakin usaha tidak akan menghianati hasil. Alhamdulillah anak didikku mendapat juara 1 putra dan juara 2 putri dalam ajang Siswa Berprestasi di tingkat kecamatan, juara 2 Lomba Cerdas Cermat tingkat kecamatan, juara 3 cabang matematika ajang lomba OSN pada tahun 2019-2020. Dan mendapatkan kejuaraan lagi di tahun 2022 mendapat juara 2 putri Siswa Berprestasi tingkat Kecamatan. Aku bangga menjadi guru karena melihat anak didikku berhasil.   

Pandemi covid-pun melanda...

    Pandemi mengajarkan pembelajaran bagi kita sebagai guru. Bagaimana proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam masa pandemi, dan kebutuhan belajar murid terpenuhi.  Untuk itu aku mengikuti berbagai pelatihan daring dan menerapkannya di kelas ku. Aku membuat video pembelajaran, berkoordinasi dengan wali murid di grup Whatsapp, melaksanakan pembelajaran daring via zoom/gmeet, dll. Pada bulan Agustus tahun 2020 aku dinyatakan lulus seleksi Pendidikan Guru Penggerak tapi belum masuk untuk Angkatan 1 dan juga terpanggil mengikuti PPG. Masyaallah, Allah SWT sangat baik padaku. Alhamdulillah akhir tahun 2020 aku lulus  PPG, dan April 2021 aku mulai mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2.

    Ilmu yang sungguh sangat bermanfaat saya dapatkan. Saya mulai menerapkan sesuai Filosofi Ki Hajar Dewantara Pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya” (Ki Hadjar Dewantara ). Menciptakan pembelajaran yang berdampak pada murid sesuai dengan Filosofi KHD dan sejalan dengan kurikulum saya menerapkan pembelajaran di kelas agar anak mampu berkreasi sesuai dengan kreatifitas yang mereka miliki.

Meskipun masih pandemi, saya mengoptimalkan pembelajaran. Beberapa contoh saya menerapkan  filosofi KHD ini yaitu pada mata pelajaran IPS materi Usaha Ekonomi saya menerapkan agar anak belajar di rumah untuk melakukan kegiatan ekonomi. Anak-anak merasa senang sekali dengan kegiatan tersebut, ada yang membantu ibu dirumah berdagang, ada yang menanam sayuran, dll. Untuk mata Bahasa Indonesia saya menerapkan pembebasan anak dalam membuat iklan dalam bentuk poster, video dll. Alhamdulillah pembelajaran bermakna berjalan meskipun dalam masa pandemi. Selain penerapan tadi saya juga sudah menerapkan budaya positif baik itu pembuatan keyakinan kelas, pembiasaan-pembiasaan baik, baik itu di sekolah maupun di rumah. Terdapat juga pembelajaran diferensiasi yang terus saya terapkan di kelas saya. Alhamdulillah anak-anak merasa bahagia dan lebih bermakna dengan pembelajaran yang saya lakukan. 

    Saya selalu mencoba untuk melihat kemampuan masing-masing siswa saya, apa yang mereka butuhkan, apa yang harus saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing peserta didik saya, inilah diagnostik awal yang diperlukan untuk pembelajaran. Setelah pembelajaran selesai saya mencoba untuk selalu melakukan refleksi pembelajaran dengan anak-anak. Selain itu sesuai dengan kodrat zaman saya mencoba menerapkan pembelajaran memanfaatkan TIK. Seperti memanfaatkan quizzez, google slide, google form, dll. Salah satu pembelajaran yang saya dokumentasikan : https://youtu.be/dwV86qAkpx0?si=WRCUG5czG8e_n0Hl . Banyak lagi materi lain yang saya dapatkan dan perlahan saya terapkan di sekolah saya.

    Konsep pembelajaran yang saya dapatkan di Pendidikan Guru Penggerak ini sejalan dengan konsep di Kurikulum Merdeka. Saya merasa bahwa saya sebagai guru harus mengayomi peserta didik dengan sepenuh hati, memenuhi kebutuhan peserta didik, menggali dan mengembangkan potensi, minat, dan bakat siswa sehingga pembelajaran bermakna. Selain itu kita sebagai guru memberikan kasih sayang kepada siswa kita selayaknya kepada anak kita sendiri. 

    Anak didik saya terdiri dari latar belakang ekonomi yang dikatakan menengah kebawah. Apalagi anak-anak broken home yang sering terlihat kurang terurus, atau bahkan melakukan kenakalan karena rasa haus kasih sayang. Saat saya melihat anak-anak dengan pakaian, sepatu, tas atau lainnya yang kurang layak tentu hati kita terpanggil untuk memberikan yang terbaik untuk anak didik kita. Saya merasa senang bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekililing saya.  Itulah Mengapa Saya Bangga Menjadi Guru.    










Comments

Popular posts from this blog

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.1.a.8.1 Koneksi Antar Materi "Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran"