3.3.a.9 Koneksi Antar Materi - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

 

3.3.a.9 Koneksi Antar Materi - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid 

CGP-Leni Rahmaeni-SD N Gunungtelu 01-Kabupaten Cilacap-Angkatan 2

 

Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?

Hal yang menarik dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah dengan menyusun program yang mengunakan Model BAGJA dan menyertakan Manajemen resiko serta MELR.

Pada model BAGJA menuntun kita bagaimana cara membuat program, yang dimulai dengan membuat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi, jabarkan rencana dan atur eksekusi. Sedangkan Manajement Resiko untuk mengatasi kekurangan program yang dijalankan sebagai antisipasi dari kendala yang di hadapi. Mempertimbangkan resiko strategis, resiko keuangan. Resiko pemenuhan, resiko reputasi sekolah.

Program yang dijalankan mengunakan strategi MELR. Monitoring dan Evaluasi M&E.

Menurut Hobson, dkk (2013) Monitoring merupakan proses menghimpun informasi dan analisis internal pada sebuah program sedangkan Evaluasi, sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu program yang telah selesai, yang biasanya melibatkan pihak luar.

Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Monitoring dan evaluasi, atau lebih mudah disingkat dengan M&E, perlu disinergikan dengan kegiatan atau program yang sedang berjalan dengan melakukan perencanaan, tindakan, dan refleksi. Ketiga aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan berulang-ulang yang membentuk sebuah siklus. Dalam melakukan monitoring dan evaluasi, Kertsy Hobson menawaran dua belas prinsip dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman:

Pertama, mengapa perlu melakukan monitoring dan evaluasi? Tahap awal sebelum melakukan monitoring dan evaluasi adalah mengetahui alasan mengapa monitoring dan evaluasi dibutuhkan. Banyak hal positif yang bisa diperoleh dari aktivitas monitoring dan evaluasi.

Kedua adalah menyetujui prinsip-prinsip yang menjadi pedoman. Prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam melakukan monitoring dan evaluasi adalah hal penting untuk dimiliki.  Beberapa prinsip yang harus dipenuhi adalah bahwa monitoring dan evaluasi harus relevan, berguna, sesuai dengan waktu yang ditetapkan, dan kredibel.

Ketiga, menentukan program atau proyek yang perlu dimonitor. Penting untuk menentukan program atau kegiatan yang harus dimonitor berdasarkan pada tingkat prioritasnya. Dengan demikian, perlu dipikirkan program mana yang akan dinilai, untuk periode kapan, dan apakah program tersebut adalah aktivitas yang sedang berlangsung sehingga perlu dimonitoring, atau sebagai rangkaian aktivitas yang sudah selesai sehingga perlu dievaluasi.

Keempat adalah menentukan siapa saja yang terlibat dalam setiap tahapan monitoring dan evaluasi. Untuk memastikan M&E relevan untuk pihak pemangku kepentingan, perlu dipertimbangkan informasi yang butuhkan oleh pihak pemangku kepentingan. Untuk itu,  identifikasi siapa saja dari para pihak pemangku kepentingan yang menjadi bagian internal program dan eksternal program adalah hal yang perlu diperhatikan.

Kelima, adalah menentukan topik kunci dan pertanyaan untuk melakukan investigasi. Langkah selanjutnya adalah menentukan isu dan pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Contoh pertanyaan internal yang dapat diajukan kepada kelompok adalah: seberapa baik anggota kelompok bisa bekerja sama dalam hubungannya dengan sumber daya manusia, kepemimpinan, biaya, dan manajemen? Seberapa baik anggota kelompok bisa bekerja dengan orang lain?

Keenam adalah mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas, dan langkah-langkah untuk berubah. Untuk dapat menilai kemajuan, perlu diketahui apa yang sedang diraih dan bagaimana cara meraihnya dengan kembali melihat apa yang menjadi tujuan, target, dan kegiatan yang sudah dilakukan. Beberapa konsep penting yang menjadi kunci dalam strategi dan desain program atau proyek adalah :

a)     Aim (dampak yang diinginkan), yaitu dampak akhir yang ingin diraih pada kehidupan orang lain atau lingkungan sekitar. 

b)     Objective (tujuan; outcome yang diinginkan), yaitu perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk mencapai dampak yang diinginkan)

c)      Output, yaitu hasil cepat yang diraih dari satu kegiatan yang dapat berkontribusi terhadap tujuan yang ingin dicapai (objective).

d)     Activities, yaitu kegiatan program atau kegiatan proyek yang sedang dilakukan sebagai proses memperoleh output yang diinginkan.

e)     Inputs, yaitu semua yang diperlukan selama melakukan kegiatan program atau proyek, seperti manusia, keuangan, organisasi, teknis, dan semua sumber daya sosial.

Strategi dan desain program untuk mencapai perubahan dapat dijelaskan dengan tahapan: input – kegiatan –output – outcome – dampak (impact)

Ketujuh adalah mengidentifikasi informasi yang perlu diketahui. Informasi yang diperlukan biasanya ditujukan untuk memantau atau menilai apa saja yang berubah, memahami mengapa bisa berubah, dan menginterpretasi perubahan. Informasi yang diinginkan dapat berupa data kuantitatif (menjawab pertanyaan, apa, berapa, dan kapan) atau data kualitatif (menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana)

Kedelapan adalah memutuskan bagaimana informasi diperoleh. Biasanya data diperoleh melalui berbagai sumber internal dan eksternal. Pengumpulan metode Informasi yang digunakan untuk monitoring internal adalah rekam jejak internal kegiatan, menyimpan data sekunder yang relevan, workshop kelompok yang dilakukan secara periodik, diskusi, FGD, survei periodik, dan perlengkapan komunitas. Evaluasi dapat dilakukan oleh pihak eksternal. Biasanya evaluasi yang dilakukan oleh pihak luar berupa wawancara. Penilai eksternal dapat menggunakan data yang diperoleh melalui sistem monitoring internal.

Kesembilan, menilai kontribusi/pengaruh yang diberikan. Bagian penting dari M&E adalah menilai pengaruh atau kontribusi kegiatan terhadap dampak atau outcome yang dapat diobservasi. Untuk melihat pengaruh atau kontribusi yang dapat dirasakan, penilaian dapat dengan melakukan kontrol secara acak, atau melakukan penilaian retrospektif.

 

Kesepuluh adalah menganalisis dan menggunakan informasi. Tujuan utama dari monitoring adalah untuk mendukung pengambilan keputusan internal dan perencanaan sehingga dilakukan analisis secara periodik, menilai, dan menggunakan informasi tersebut. Tips dalam menganalisis dapat disesuaikan dengan sifat data, yaitu :

a)     Jika data adalah informasi bersifat kualitatif : mengidentifikasi kategori, menginterpretasikan temuan, dan bersiap untuk hasil yang di luar perkiraan.

b)     Jika data adalah informasi yang bersifat kuantitatif: menghitung total sampel, menghitung rata-rata dan persentase serta melakukan pengujian statistik.

Kesebelas adalah menjelaskan data. Data yang dijelaskan sangat bergantung pada tujuan. Data disampaikan kepada pihak pemangku kepentingan yang relevan dengan data yang akan dijelaskan. Dalam menjelaskan data, perlu ditentukan siapa yang menjadi pendengar atau hadirin, menjahitkan data agar bisa dipahami oleh pemangku kepentingan, memindahkan data menjadi grafik, dan menggambarkan hasil-hasil penting kepada pemangku kepentingan atau hadirin.

 

Kedua belas adalah tentang etika dan proteksi data. Dalam etika memproteksi data, semua peserta atau responden yang dilibatkan selama proses monitoring dan evaluasi wajib dijaga kerahasiaannya.

 

PEMBELAJARAN (Learning)

Dr Roger Greenaway seoarang ahli di bidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat tingkat model.

Keempat F adalah:

a)Fact (Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi

b)Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi

c)Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut

d)Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan

Model ini dapat digunakan untuk berpikir dan merefleksikan situasi dan dapat membantu menyusun refleksi tertulis. Model ini mudah diingat dan membahas aspek utama dari apa yang perlu dipertimbangkan ketika meninjau suatu pengalaman.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari refleksi perlu ditinjau kembali pemikiran yang dimiliki.   Untuk masing-masing bagian sejumlah pertanyaan bermanfaat diuraikan di bawah ini. 

Fakta (Fact)

F pertama merupakan fakta yaitu memeriksa urutan peristiwa dan momen-momen penting untuk menarik dan melihat fakta fakta. Membuat laporan singkat yang meliputi (apa?, di mana? kapan?, mengapa? dan bagaimana?) 

a)Apakah sesuatu yang tidak terduga terjadi? Adakah kejutan?

b)Apakah sesuatu yang sangat dapat diprediksi terjadi?

c)Apa yang paling berkesan / berbeda / menarik?

d)Apa titik balik atau momen kritis?

e)Apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terjadi sebelumnya?

f)Apa yang paling memengaruhi sikap dan perilaku Anda?

g) Apa yang tidak terjadi yang Anda pikir / harapkan akan terjadi.

Perasaan (Feeling)

Menggambarkan perasaan dalam situasi yang dapat membimbing untuk sepenuhnya memahami situasi dan pembelajaran didasarkan pada pengalaman. Mengevaluasi dan menilai secara tidak sengaja dengan perasaan dengan menggunakan ‘merasa’ sebagai penilaian, misalnya ‘Saya merasa mereka salah’, atau feeling perasaan saya adalah itu pilihan yang baik ’, kemudian menulis ulang sebagai perasaan baru.Contoh pertanyaan sbb:

a)     Apa saja perasaan yang dialami

b)     Pada titik apa Anda merasa paling atau paling tidak terlibat?

c)      Perasaan apa lagi yang ada dalam situasi tersebut?

d)     Pada titik mana secara sadar dapat mengendalikan / mengekspresikan perasaan Anda

Temuan (Finding)

Menyelidiki dan menafsirkan situasi untuk menemukan makna dan membuat penilaian. Pertanyaan utama adalah 'bagaimana' dan 'mengapa'.

Contoh :

a)     Mengapa hal tersebut tidak berhasil? 

b)     Bagaimana hal tersebut bisa memengaruhi ?

c)      Apakah ada peluang atau penyesalan yang terlewat?

Masa depan (Future)

Mengambil temuan dan mempertimbangkan bagaimana menerapkannya di masa depan.

a)     Bagaimana bayangan terhadap masa depan?

b)     Apa yang sudah berubah?

c)      Pilihan apa yang sudah dimiliki?

d)     Bagaimana temuan ini dapat berjalan dengan baik?

e)     Rencana apa yang yang akan dilakukan untuk masa depan?

LAPORAN (Reporting)

Menurut Himstreet, et al. (1983), laporan adalah pesan yang disampaikan secara sistematis dan objektif yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu bagian organisasi kepada bagian lain atau lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau memecahkan persoalan.

Laporan merupakan alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan yang diambilnya. Oleh karena itu laporan harus akurat, lengkap, dan objektif. Dalam prakteknya, laporan adalah sebuah dokumen yang merupakan produk akhir dari suatu kegiatan. Laporan menyajikan informasi dengan cara yang sangat khusus. Informasi yang terkandung dalam laporan sesungguhnya telah ditulis dan dikumpulkan dalam kertas kerja. 

Reporting, alat informasi untuk mengambil keputusan. Laporan akurat, singkat, tepat, lengkap, tegas, konsisten, objektif dan tepat pada waktunya sampai kepada yang meminta.

Kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid memiliki kaitan yang erat yaitu, pemetaan sumber daya sekolah merupakan acuan dalam perencanaan program sekolah yang berdampak kepada murid. Dengan mengelola sumber daya maka perencanaan program mudah dilaksanakan

Perencanaan program memanfaatkan sumber daya yang belum dikelola dengan baik. Sumber daya manusia diantaranya guru, dapat mengerakan siswa sebagai aset sekolah yang harus dikembangkan potensinya.

Dari hasil pemetaan dapat dengan mudah dilakukan perencaanan program. Agar perencanaan dapat berjalan dengan lancar harus memastikan program berjalan dengan melakukan MELR.

Program yang di rencanakan adalah program yang sesuai dengan keinginan murid sehingga program berdampak kepada murid, Untuk itu perlunya murid memberikan usulan program dan guru menuntun apa yang menjadi pilihan murid merdeka belajar dalam mengembangkan potensinya.

Program yang berdampak pada murid yakni :

a)     berfokus pada kepemimpinan murid, melatih jiwa kepemimpian yang bertanggung jawab

b)     Fokus pada inovasi dan kreativitas dengan mengembangkan ide-ide positif, dalam proses pembelajaran berdiferensiasi mengembangkan potensi sesuai bakat minat,

c)      Program adiwiyata, berfokus pada karakter murid dalam mengelola lingkungan alam, yang sadar lingkungan sehingga melahirkan murid yang peduli lingkungan.

Kaitan Materi modul lain dengan Modul 3.3. Filoshopi Kihajar Dewantara, menuntun kodrat murid merdeka belajar dalam mengembangkan potensi murid dengan optimal dengan merencanakan program yang berdampak pada murid. Murid adalah aset sumber daya yang harus di Kelola oleh sekolah.

Guru pengerak berperan dalam pengelolaan sumber daya sekolah, dengan mengembang budaya positif melalui inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA berpikir positif dengan berfokus pada kekuatan sekolah.

Kaitan semua materi dengan nilai diri guru pengerak. Nilai yang dimilki guru pengerak mandiri, inovatif, kolaboratif, reflektif, berpihak pada murid. Dalam mengembangkan potensi murid menuju merdeka belajar memiliki profil pelajar Pancasila.

Guru dalam peranya memimpin pembelajaran, mengerakan komunitas, begian dari kemandirian . menjadi contoh bagi guru lain, mendorong kolaborasi, menjadi coach bagi guru lainya merupakan peran guru dalam nilai kolaboratif. Mewujudkan kepemimpinan murid merupakan berpihak kepada murid. Dengan nilai diri dan peran guru pengerak murid dapat berkembang menjadi pelajar Pancasila yang memiliki akhlak sebagai perwujudan dari beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memahami diri dan kemandirian. Bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.

Dengan nilai dan peran yang dimiliki guru penggerak, murid merdeka belajar, menciptakan murid yang memiliki profil pelajar Pancasila sebagai cita-cita dari sang pendidik Kihajar Dewantara dapat diteruskan dan diwujudkan.

Comments

Popular posts from this blog

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.1.a.8.1 Koneksi Antar Materi "Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran"